Tahu segalanya

dirgahayuindonesiaku.id


Tahu segalanya


Sebenarnya, pebisnis dengan kepribadian seperti ini cu kup sering ditemui. Banyak orang sampai ke posisi atas karena ia memiliki kepribadian kuat (dan kadang-kadang ofensif). Di butuhkan orang yang percaya diri agar bisa sampai ke tingkat tersebut.

Namun, pada beberapa individu ada karakteristik yang menyertai kepribadian tersebut, yakni narsistik. Ini artinya, ia sibuk menilai diri sendiri, menilai betapa penting dan hebat nya dia. Orang semacam ini mengalami kesulitan memahami bagaimana orang lain tidak bisa melihat sudut pandang me reka.

Beberapa pebisnis selalu berpikir bahwa pendapat me reka adalah yang paling penting dan paling akurat. Mereka merasa ide-ide mereka harus didengarkan, tetapi memiliki se dikit kesabaran ketika harus mendengarkan ide-ide orang lain. Pebisnis seperti ini memiliki pendapat tentang segala sesua tu dan ingin bertanggung jawab atas setiap proyek. Seorang yang merasa tahu segalanya tidak ingin bertanggung jawab atas sesuatu yang tidak beres.

Bob Sadino adalah pebisnis yang selalu bersedia mende ngarkan orang lain, terutama bawahannya. Ia tidak merasa su perior dan meremehkan pendapat orang lain. Ia mencari cara agar tidak menjadi orang yang egois, sombong dan mudah membuat pegawainya jengkel. Bob senantiasa menyediakan diri untuk mau dikritik dan membuka diri terhadap masukan dari “anak-anaknya”.

Interaksi yang Baik dengan Anak Buah 


Sebagai pemimpin perusahaan, kita perlu memastikan bahwa karyawan terus up to date dengan informasi penting tentang perusahaan, proyek-proyek kunci, pelatihan, dan lain-lain. Anda sepenuhnya memahami peran anak buah dalam tim kerja, perusahaan serta strategi dan rencana. Dengan demi kian mereka akan terlibat dan secara aktif mendukung setiap tindakan perusahaan.

Agar tidak dicap sebagai si-tahu-segalanya, Anda harus menjaga anak buah agar selalu terlibat lewat komunikasi yang rutin, efektif, dan relevan. Manfaat dari hal ini adalah:

Karyawan Terlibat. 


Jika anak buah diajak berkomunikasi secara teratur dan efektif, mereka akan jauh lebih terlibat dengan perusahaan atau timnya. Mereka juga memiliki si kap yang lebih positif terhadap pekerjaan dan pelanggan.

Memastikan Konsistensi. 


Karyawan mengerti apa yang sedang dicoba untuk dicapai oleh perusahaan dan apa peran mereka di dalamnya. Leader akan mendapatkan pendekatan yang lebih konsisten dan sedikit kecende rungan bagi orang-orang untuk menggunakan interpre tasinya sendiri dari apa yang mereka pikirkan sesuatu yang berarti.

Menciptakan Umpan Balik Dua Arah. 


Komunikasi yang dilakukan secara reguler dan efektif mengajak orang un tuk terlibat dalam diskusi. Hal tersebut memberikan dua cara umpan balik antara leader dan karyawan, serta de partemen dan rekan. Selain itu, akan terbangun budaya berbagi ide dan pengetahuan.

Memastikan Kepatuhan pada Aturan. 


Komunikasi yang efektif memastikan bahwa karyawan bekerja sesuai de ngan semua persyaratan peraturan. Mereka juga harus menyadari semua perusahaan pedoman atau kebijakan perusahaan.

Memastikan Pemahaman Akan Strategi dan Tujuan. 


Karyawan memahami bagaimana pekerjaan mereka se suai dengan gambaran yang lebih besar. Demikian pula dengan apa yang ingin dicapai oleh tim atau perusahaan secara keseluruhan.

Meningkatkan Sikap Positif Terhadap Perubahan. 


Ko munikasi efektif antara leader dan karyawannya memicu respon lebih positif. Komunikasi semacam ini juga dapat mengidentifikasi orang dalam perusahaan atau tim yang bersedia membantu perubahan menanamkan.

Leader yang selalu berusaha rendah hati dan tidak merasa sudah mengetahui segalanya membuat karyawan lebih terli bat. Karyawan yang terlibat sangat termotivasi dalam menye diakan layanan produktif yang lebih baik. Mereka membuat upaya tambahan dan membuat perbedaan terukur dari hasil dan nilai yang dirasakan oleh pelanggan.

dirgahayuindonesiaku.id

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Tahu segalanya"

Post a Comment