MENGUBAH PERILAKU ANAK BUAH

dirgahayuindonesiaku.id


MENGUBAH PERILAKU ANAK BUAH


Walau acap kali mengajak setiap orang untuk menggob lokkan diri, dan memanas-manasi orang lain dengan prorgam “keluar kampus”, Bob adalah orang yang tak pernah berhenti belajar. Dan hal ini ditularkan kepada semua pegawainya. De ngan bijaksana ia mengajak mereka terus belajar dan tekun bekerja, sebab hal tersebut dapat mengubah perilaku mereka menjadi lebih profesional dan bertanggung jawab dalam bis nis dan kehidupan pribadi.

Mengubah anak buah menjadi lebih profesional dan pro duktif bisa dilakukan dengan mengubah perilaku mereka. Se orang pemilik perusahaan harus dapat melihat apakah anak buahnya memiliki perilaku yang mendukung perubahan, mi salnya disiplin, manajemen waktu, fokus dan lain sebagainya. Ia harus dapat mengajarkan perubahan-perubahan tersebut sehingga kinerja perusahaan menjadi lebih efisien.

Tugas ini memang kelihatannya mudah, namun beberapa orang barangkali khawatir jika hal itu berarti ikut mencampuri masalah pribadi. Kekhawatiran akan risiko konflik hubungan kerja antara Anda dan bawahan juga mungkin menjadi per timbangan. Padahal seringkali produktivitas kerja anak buah justru menurun karena perilaku buruk dari rumah yang diba wanya ke tempat kerja.

Ketika ingin mengubah perilaku anak buahnya, Anda bisa melakukan banyak cara. Mulai dari memberi saran, menawar kan bonus, hingga berteriak jengkel. Tapi Anda juga bisa me nawarkan pembimbingan, implementasi feedback atau meng ajak anak buah berkegiatan di luar kantor.

Banyak juga yang menempelkan poster-poster berisi ka limat-kalimat inspirastif, menyusun target fleksibel dan membuat rencana pengembangan individu. Semua itu adalah ba gian dari “toolkit” yang efektif untuk membantu mengubah perilaku karyawan. Apa yang sering dilupakan seorang atasan adalah perubahan perilaku seseorang dimulai dari perubahan cara berpikirnya.

Bob Sadino melakukan perubahan perilaku dengan men dorong anak buah untuk mengubah cara berpikir mereka. Ia juga dapat meyakinkan bahwa hal tersebut memberi banyak manfaat dan keuntungan bagi diri pegawainya sendiri.

Menurut Bob, kemampuan mengenali pola perilaku yang dapat berpengaruh buruk pada lingkungan kerja juga penting dilatih. Perilaku tersebut antara lain suka mengeluh, menunda pekerjaan, merasa paling tahu, banyak bicara sedikit bekerja, pendiam/pasif, apatis, sensitif berlebihan, atau suka meman ipulasi.

Insiprasi, Bukan Omelan 


Beri inspirasi pada karyawan dengan cara bekerja bersa ma mereka pada level individu. Hal ini dapat membantu Anda mengetahui apa yang menjadi tujuan dan aspirasi mereka.

Pebisnis yang menginspirasi memahami kebutuhan un tuk membuat hubungan emosional dengan orang-orang yang bekerja padanya. Mereka lebih senang mendorong anak buah melakukan hal-hal yang disukainya daripada menakut-nakuti mereka dengan omelan dan ancaman.

Pendekatan lain yang bisa diterapkan dalam beragam situasi kerja adalah membuat hubungan rasional yang menguntungkan dengan individu di mana Anda menje laskan logika perubahan yang kita ingin mereka lakukan.

Tetapkan Masalah 


Kemampuan pebisnis mengenali masalah dalam sistem perusahaan dan dalam diri anak buah dapat mendorong banyak perubahan positif dalam lingkungan kerja.

Target Kolektif 


Memberikan target dan tujuan dengan jelas pada seluruh tim dapat membantu Anda memandu karyawan menuju perilaku positif. Inisiatif perubahan dapat berjalan dengan lebih baik jika perspektif setiap orang berada pada satu arah.

Bangun Kepercayaan dalam Penilaian 


Membuat penilaian bisa dilakukan setelah Anda mengum pulkan data atau bukti menjadi bagian dari perubahan perilaku. Namun Anda harus meyakinkan karyawan untuk mempercayai penilaian Anda. Kemampuan pebisnis untuk membangun kepercayaan dalam keputusan yang dibuatnya dapat memberikan per ubahan perilaku yang besar. Jika anak buah Anda tidak mempercayai penilaian Anda, maka akan sulit bagi Anda membuat perubahan yang Anda inginkan.

Miliki Keberanian 


Terdengar klise namun keberanian dan keberhasilan se orang pebisnis bagaikan dua sisi mata uang, tak pernah terpisahkan. Setiap hal yang Anda lakukan sebagai pebis nis menuntut keberanian. Setiap inisiatif Anda, setiap per ubahan dalam proses yang Anda jalankan, setiap hal yang Anda katakan merupakan bagian-bagian yang membu tuhkan keberanian.

Tidak Bisa Mendeteksi Perilaku 


Banyak atasan memiliki kesulitan mendeteksi dan meng hadapi secara efektif perilaku-perilaku buruk karyawan nya. Mereka tetap tidak dapat menyadari potensi perilaku buruk dalam jangka waktu tertentu karena:

Seperti yang dilakukan selama proses wawancara, karyawan yang menyadari perilaku buruk mereka seringkali berhasil menyembunyikannya dari atasan mereka.

Orang-orang yang menyadari suatu perilaku buruk rekan mereka biasanya enggan mengatakan pada atasan karena khawatir memunculkan konflik internal.

Item “perilaku” sering tidak dimasukkan dalam pe nilaian kinerja karyawan atau sistem manajemen. Ja jaran atasan juga acapkali menganggap kompetensi teknis lebih penting dari perilaku.

Menghindar


Ketika seorang atasan menyadari perilaku buruk seorang karyawan, mereka bisa jadi tetap menghindari berurusan langsung dengan hal itu karena:

Mereka terlalu sibuk mengurusi hal-hal yang lebih mendesak

Mereka tidak nyaman “menghadapi” perilaku buruk secara langsung.

Mereka tidak memiliki keterampilan manajemen un tuk menangani perilaku buruk dengan efektif

dirgahayuindonesiaku.id

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "MENGUBAH PERILAKU ANAK BUAH"

Post a Comment