GELAS PENUH TIDAK BISA DIISI

dirgahayuindonesiaku.id

GELAS PENUH TIDAK BISA DIISI


The Do’s:


Selalu ucapkan terima kasih dan jelaskan bagaimana Anda akan menindaklanjuti atau menanggapi umpan balik yang mereka berikan.

Perhatikan beberapa orang yang yakin dapat membe ritahu Anda tentang apa yang benar-benar dipikirkan orang lain tentang kinerja dan ide-ide Anda.

Jika Anda merasa orang tidak sulit terbuka, mulai de ngan mengumpulkan umpan balik anonim untuk me nunjukkan bahwa Anda bersedia menerima kritik.

The Dont’s: 


Menunggu waktu rapat untuk meminta masukan. Berasumsi bahwa Anda akan mendapatkan 100% um pan balik yang jujur. Bergantung pada satu sumber, tidak mencari penda pat dari pihak-pihak lain yang terkait.

GELAS PENUH TIDAK BISA DIISI


Sepemikiran dengan Bob, pendiri perusahaan Apple Inc, Steve Jobs juga memiliki filosofi yang
mendunia, yakni “Stay foolish, stay hungry. Tetaplah bodoh, tetaplah lapar (akan pe ngetahuan)”

Mengapa dua orang yang tak pernah bertemu ini memi liki pemikiran serupa? Keduanya memiliki pandangan analogis bahwa jika sebuah gelas sudah terisi penuh, maka tidak bisa lagi diisi. Agar dapat diisi, gelas tersebut harus dikosongkan.

Kegoblokkan pebisnis memiliki pengaruh besar pada ke berhasilan profesional karyawannya. Ia juga mempengaruhi kemampuan anak buah untuk menikmati pekerjaannya. Se orang atasan yang berperilaku keras kepala, sok pintar, tidak mau belajar, tidak mau mengosongkan gelas serta kerap me nutup telinga pada feedback atau saran dapat menjadi ham batan bagi keberhasilan anak buah. Selain itu, ia juga dapat menjadi sumber rasa frustrasi yang luar biasa.

Lebih merepotkan lagi jika pemilik bisnis tersebut senang bersikap merendahkan atau kasar kepada orang-orang yang bekerja bersamanya. Perilaku tersebut menciptakan lingku ngan yang sulit dan menghambat produktivitas serta kreativi tas. Seorang pebisnis yang cuek dapat sangat meracuni ling kungan kerja dan membuat anak buah menjadi demotivasi.

Bob menyayangkan jika ada atasan yang tidak pernah mau belajar dari kesalahan, dan tidak mau berubah. Nyatanya memang ada pebisnis yang ignorant dan selalu bersikap ne gatif dalam segala hal. Ia bahkan bersikap negatif pada hal-hal paling positif sekalipun, seolah-olah tidak ada hal di dunia ini yang dapat membuatnya bahagia.

Pebisnis yang ignorant seperti ini juga berperilaku kurang menyenangkan di tempat kerja. Ia senang membicarakan anak buah di belakang atau menyebar gosip. Bahkan jika ia mengatakan hal-hal baik mengenai seseorang, biasanya ada maksud tersembunyi di belakangnya. Ia juga senang mem bentak, mendamprat dan menggunakan kata-kata kurang so pan ketika meluapkan kemarahannya.

Padahal sebuah pekerjaan akan menjadi lebih menye nangkan jika atasan bersikap sebagaimana mestinya. Sebalik nya, pekerjaan idaman bisa berubah menjadi neraka apabila atasan bersikap sulit. Seorang atasan bisa menjadi sumber masalah dalam berbagai hal, tapi ia juga bisa menjadi inspirasi bagi semua anak buahnya untuk maju dan berkembang, ber sama-sama mencapai tujuan.

Berikut adalah beberapa ciri seorang pebisnis yang ignorant:

Kasar. 


Pebisnis yang ignorant umumnya bersikap kasar, semena-mena dan tidak peka terhadap perasaan orang orang di sekitarnya. Penghinaan dan hukuman di depan umum baisa dilakukan oleh atasan jenis ini.

Negatif. 


Beberapa pebisnis ignorant senang bicara nega tif mengenai seseorang dan segala sesuatu di sekliling nya. Mereka cenderung mengkritik bawahan, dan juga atasannya. Mereka akan menunjukkan sisi buruk dari ke bijakan perusahaan baru bahkan saat mereka mencoba untuk menerapkannya. Perilaku seperti ini bisa memicu demoralisasi karyawan.

Tidak Mampu dan Malas. 


Seorang atasan menerima fe edback dan saran untuk mengubah perilakunya. Setelah beberapa bulan, tidak ada perubahan. Pebisnis seperti ini mungkin memiiki sifat malas, tidak pedulian atau tidak dapat memenuhi tuntutan posisinya.

Mau Menang Sendiri. 


Pebisnis ignorant terdorong oleh sifat mau menang sendiri. Ia bisa saja mencuri ide dari bawahannya, atau melakukan apa pun yang mereka pikir bisa membuat dirinya terlihat baik.

Sebagai pemimpin perusahaan, Anda lah yang bekerja untuk karyawan, bukan sebaliknya. Dalam rangka mencipta kan perubahan, Anda harus dapat mempengaruhi orang lain dan mendorong kesuksesannya. Bersikap ignorant, tidak mau belajar dan tidak mau berubah hanya akan menurunkan ke terampilan kepemimpinan Anda, menghilangkan kekaguman, rasa hormat dan kepercayaan karyawan. Bagaimana caranya agar Anda disegani para pegawai Anda?

Gunakan Postur Tubuh yang Baik 


Percaya atau tidak, pose, postur dan cara Anda mena ngani gestur mempengaruhi bagaimana orang lain me mandang Anda dan bagaimana Anda melihat diri sendiri. Orang yang sadar dengan cara memposisikan tubuh dan semua bagian yang bergerak, dapat meningkatkan pelu ang keberhasilannya.

Berikan Sentuhan Pribadi


Ketika bisnis bertumbuh dan berkembang, Anda mungkin merasa lebih mudah untuk mendelegasikan hampir se mua tanggung jawab pada direksi perusahaan dan wakil presiden. Akan tetapi satu hal yang harus selalu dijaga (ti dak peduli seberapa besar perusahaan Anda) adalah sen tuhan pribadi.

Gunakan soft skill Anda bahkan dengan sebagian besar karyawan entry-level dan biarkan semua orang, dari level bawah hingga level atas, tahu bahwa perusahaan meng hargai para karyawannya.

Bersikaplah Realistis 


Deadline dan tujuan perusahaan yang digencarkan ba rangkali dapat menjadi motivasi beberapa pegawai, na mun bagi lainnya hal tersebut benar-benar dapat mem bahayakan produktivitas, kebahagiaan dan kesehatan mereka.

Tekanan yang tidak semestinya menimbulkan kecemasan dan menciptakan garis batas antara kegagalan dan keber hasilan. Ketika Anda dapat mendidik para pegawai Anda untuk berempati terhadap orang lain manusia, waktu dan keterbatasan sumber daya, Anda akan pegawai yang ter motivasi ingin sukses.

Ajarkan dengan Contoh 


Karyawan menganggap atasan sebagai orang yang lebih berpengalaman. Di mata mereka, dibutuhkan jenis atas an tertentu untuk dapat memenuhi sebagian tugas dalam perusahaan serta menguasai beberapa keterampilan. Ini artinya, seorang pemimpin perusahaan benar-benar dapat menghargai orang lain ketika dia menunjukkan cara-cara lebih baik dalam pekerjaan yang dapat dilaku kan karyawan. Tidak ada yang terkesan dengan individu yang hanya tahu bagaimana mendelegasikan tugas. Na mun, mereka setia kepada atasan yang juga tahu bagai mana melakukan pekerjaan tersebut.

Membumi


Seorang pebisnis yang sukses bukanlah mereka yang di takuti anak buahnya. Sebaliknya, mereka adalah orang yang mudah didekati dan membumi. Seperti Bob Sadino, pengusaha seperti ini berkomitmen untuk bekerja demi kepentingan terbaik dari perusahaan mereka.

dirgahayuindonesiaku.id

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "GELAS PENUH TIDAK BISA DIISI"

Post a Comment